Batasi Minum Teh Pada Anak

TodayNews – Tahukah anda bahwa selain minum air putih, manusia didunia ini memilih minum teh sebagai minuman favorit sehari-hari. Menurut banyak penelitian, teh memiliki banyak manfaat buat kesehatan tubuh. Salah satu kandungan yang ada dalam teh adalah antioksidan polyphenol yang dapat menetralkan jumlah radikal bebas dalam tubuh apabila melebihi kapasitas tubuh manusia yang dapat menyebabkan stres oksidatif.

Batasi Minum Teh Pada Anak
Batasi Minum Teh Pada Anak. pic: antiquitea.com.au

Ada dua unsur utama didalam kandungan teh, yaitu kafein dan tannin. Dalam jumlah tertentu, tannin dapat menyebabkan gangguan penyerapan besi dan kalsium dalam usus. Kalsium sebagai mineral yang ada pada susu sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada anak.

Efek dari gangguan tersebut dapat menimbulkan anemia. Tannin juga dapat menyebabkan gangguan buang air besar (konstipasi) sebagai akibat dari terhambatnya sekresi/pengeluaran pada cairan pencernaan.

Zat stimulan yang terkandung dalam kafein dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, dan dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan mood (nervousness), gangguan tidur pada orang dewasa, anak, maupun bayi (termasuk bayi yang disusui oleh ibu yang mengkonsumsi minuman berkafein), dan iritabilitas (rewel).

Salah satu peran kafein pada ginjal adalah sebagai diuretik dalam meningkatkan produksi urin yang dapat menurunkan kadar elektrolit natrium dan kalium darah. Pada cuaca panas, kafein dapat menimbulkan dehidrasi. Efek lain dari kafein yang terkandung didalam teh dapat meningkatkan produksi asam lambung yang dapat menimbulkan sakit maag (nyeri pada perut).

Batasi Minum Teh Pada Anak

Kafein dalam dosis tertentu dapat meningkatkan denyut jantung dan peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu sebaiknya hindarkan dikonsumsi oleh anak-anak. Minuman berkafein yang lain adalah kopi, soft drink (soda berkarbonat) dan cokelat.

Badan Kesehatan Canada menganjurkan untuk anak dibawah 12 tahun, apabila kafein dikonsumsi dalam sehari tidak boleh melebihi 2,5 mg per kilogram dari berat badan anak. Berat badan anak secara umum tidak boleh melebihi asupan kafein 45mg untuk anak usia 4–6 tahun, 62.5 mg untuk anak usai 7–9 tahun dan 85 mg untuk anak usia 10-12 tahun.

Oleh karena itu batasi minum teh pada anak sesuai dengan aturan kesehatan, supaya tidak terjadi efek yang tidak kita inginkan.

Sumber artikel dan gambar : dr. Puti Naindra Alevia Klikdokter.com

You May Also Like

About the Author: todaynews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *