Ada Lafaz Allah di Langit Saat Penjemputan Mbah Fanani

Ada Lafaz Allah di Langit Saat Penjemputan Mbah Fanani

Meski tubuhnya hanya bisa meringkuk sambil berbaring, Mbah Fanani tetap didatangi banyak orang. Namun, tak semua bisa menemuinya. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Today.co.id Indramayu - Proses penjemputan Mbah Fanani, lelaki asal Cirebon, Jawa Barat, yang sudah 20 tahun bertapa di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, ternyata membutuhkan waktu hingga tujuh bulan lamanya.

Toha, anak dari Abah Rojib sahabat dekat Mbah Fanani, mendapat mandat dari sang ayah untuk menjemput Mbah Fanani. Syekh Fanani atau akrab disapa Mbah Fanani sendiri menyampaikan keinginannya untuk pindah dari Dieng ke Indramayu, Jawa Barat, kepada Abah Rojab melalui pembicaraan yang dilakukan keduanya.

Namun, Toha merasa bingung dan tak serta-merta menjalankan tugas yang diberikan Syekh Rojab atau akrab disapa Abah Rojab itu. Kebingungan Toha menjemput Mbah Fanani karena dirasa tak sanggup.

Kebingungan Toha membuat dia memutuskan berkeliling untuk mencari petunjuk kepada kiai dan wali yang ada di Jawa Tengah. Hingga empat bulan sebelum menjemput, Toha bertemu Mbah Fanani. Hanya saja, penjemputan urung terlaksana karena dia merasa masih tidak mampu.

"Padahal saat itu Mbah Fanani sudah memberi isyarat untuk segera membawanya pergi dari Dieng ke Indramayu," ucap dia, Selasa, 19 April 2017.

Perasaan Toha pun semakin bingung, hingga akhirnya dia mendapat undangan khusus dari Mbah Fanani. Saat dia bersama rekannya datang ke Dieng dalam kondisi hujan deras bahkan sempat banjir dari Dieng hingga Parikesit.

"Saking sibuk dan bingungnya, saya lupa tanggal dan harinya kapan waktu diundang khusus sama beliau," Toha menambahkan.