Sejarah Riwayat Uni Soviet Kini

Today News – Tahukah anda mengenai sejarah dan riwayat Uni Soviet hingga kini? Pada era abad 21 ini negara-negara didunia seakan berlomba-lomba untuk membuktikan pada dunia bahwa negara mereka merupakan negara paling demokratis. Negara adidaya seperti Amerika Serikat yang selalu menekankan demokrasi keseluruh dunia seakan menjadi negara didunia.

Negara yang merdeka pada tanggal 4 Juli 1778 itu kini untuk pertama kalinya mencatat sejarah dengan menempatkan seorang dari ras negroid menjadi pemimpin negara mereka. Ya, Obama memang bisa dikatakan sebagai puncak penyelesaian isu rasial di negara adidaya itu.

Sejarah Riwayat Uni Soviet Kini
Sejarah Riwayat Uni Soviet (pic: cdn.idntimes.com)

Lain lubuk lain ilalang, jika Amerika Serikat telah mencapai hasil tertinggi mereka dalam hal demokrasi, bagaimana nasib negara-negara yang memiliki ideology politik yang berseberangan dengan mereka. Negara seperti Uni Soviet, Korea Utara dan Vietnam. Ketiga negara ini merupakan negara yang secara langsung pernah memiliki konflik dengan Amerika Serikat.

Jika Amerika Serikat dengan paham liberalisme dan penggunaan system ekonomi Kapitalisme. Ketiga negara yang pernah memiliki konflik dengan Amerika Serikat itu memiliki paham Komunis dan menerapkan system ekonomi sosialis.

Berubahnya Uni Soviet Menjadi Rusia

Uni Soviet merupakan negara yang memiliki luas wilayah yang membentang dari Eropa hingga Ke Asia dan di Timurnya berbatasan langsung dengan benua Amerika. Dibatasi dengan selat antara Siberia dan Alaska (Amerika Serikat).

Pada masa jayanya, Uni Soviet pernah menguasai banyak negara yang kini telah mencapai kemerdekaanya. Tersebut diantara negara yang masih memiliki pengaruh sisa-sisa kejayaan Uni Soviet seperti Kazakhtan, Uzbekistan, Turkmenistan, Kyrgistan, Azerbaidjan dan negara-negara yang berada di perbatasan Asia-Eropa.

Pada perang dunia satu dan perang dunia kedua Uni Soviet merupakan ancaman serius bagi Nazi (Jerman) sehingga paham komunis yang telah mencapai puncaknya itu dianggap sebagai momok serius bagi Jerman. Konflik Fasisme ala Jerman-Italia harus berhadapan dengan semangat kebersamaan ala Uni Soviet.

Walaupun akhirnya Uni Soviet berhasil memenangkan konflik itu dengan dibantu pihak sekutu akhirnya Uni Soviet tidak bisa dengan mudah berhubungan dengan negara yang merupakan negara-negara yang sebenarnya merupakan pesaing ketatnya.

Pada era selepas berakhirnya perang dunia kedua, paham komunis ala Uni Soviet berhasil menancapkan pengaruhnya di Jerman Timur sedangkan Amerika Serikat menanamkan pengaruhnya di Jerman Barat. Persaingan ini akhirnya membawa ke Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Dengan wilayah kekuasaan yang membentang luas dan permasalahan intern yang terjadi. Uni Soviet akhirnya mengakhiri perang dingin dengan sikap defensive. Itu terbukti dengan bersatunya kembali Jerman Barat dan Jerman Timur yang secara simbolis yang juga mengutarakan bahwa pengaruh Uni Soviet di dunia luar mulai melemah.

Disisi yang lain, negara-negara kecil yang sudah sejak lama merupakan kawasan “jalur sutra” dan terbiasa mengadopsi paham kebebasan beragama merasa terkekang oleh pemerintah Uni Soviet yang sekuler. Satu persatu kawasan Uni Soviet itu harus runtuh dan kini negara itu berusaha mempertahankan pengaruhnya dengan upaya defensive.

Sejak saat itu Uni Soviet perlahan mulai merelakan daerah kekuasannya lepas satu persatu dari genggamannya. Kebutuhan untuk persamaan hak didepan negara memang merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar. Namun paham komunis yang terlalu berfokus pada nilai-nilai kebersamaan dan kesamarataan manusia itu ternyata tak mampu meredam kebutuhan manusia akan spiritual.

Sejarah Riwayat Uni Soviet Kini?

Kini Uni Soviet telah tenggelam menjadi sejarah dunia yang tak akan pernah terlupakan. Perjalanan sepak terjang Uni Soviet di belantika politik dunia telah membuktikan bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki kebutuhan yang terus bertambah seiring waktu.Dan ternyata keadilan sosial itu tidak cukup hanya sampai disitu. Kebebasan beragama lah yang diatas segalanya. Uni Soviet telah membuktikan hal itu.

Bagaimana dengan negara kita? Untunglah negara kita punya Pancasila yang telah merangkum segala kebutuhan rakyatnya. Hanya tinggal penerapannya yang memerlukan perjuangan keras. Dan tidak semudah yang dituturkan oleh teori-teori. (Zulfahri)

About the Author: todaynews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *