Puncak Becici Bantul beberapa tahun terakhir menjelma menjadi salah satu destinasi alam favorit di Yogyakarta, terutama bagi mereka yang mencari suasana tenang di tengah hutan pinus. Berada di kawasan perbukitan dengan udara sejuk dan pemandangan senja yang menawan, tempat ini menawarkan kombinasi antara wisata alam, spot foto kekinian, hingga ruang refleksi yang jarang ditemukan di tengah hiruk pikuk kota. Tidak heran jika Puncak Becici Bantul sering jadi tujuan utama untuk healing singkat selepas aktivitas padat.
Pesona Hutan Pinus yang Menyambut Sejak Gerbang Puncak Becici Bantul
Begitu memasuki area Puncak Becici Bantul, pengunjung langsung disambut deretan pohon pinus yang menjulang tinggi dan rapat. Cahaya matahari sore menembus sela daun, menciptakan garis cahaya keemasan yang lembut. Suasana ini memberikan kesan teduh dan tenang, seakan waktu berjalan lebih pelan dibandingkan di pusat kota Yogyakarta yang ramai.
Aroma khas getah pinus bercampur tanah lembap menjadi sensasi tersendiri. Jalan setapak yang sudah tertata rapi memudahkan pengunjung untuk berjalan menyusuri hutan tanpa khawatir terpeleset. Di beberapa titik, terdapat bangku kayu sederhana untuk beristirahat, duduk diam, dan sekadar mendengarkan suara angin yang menggesek ranting pohon.
Pihak pengelola juga menjaga kebersihan kawasan dengan cukup baik. Tong sampah tersedia di beberapa titik dan papan imbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan cukup sering terlihat. Kesan tertib ini membuat pengalaman berjalan di tengah hutan pinus terasa nyaman dan aman, terutama bagi keluarga yang membawa anak kecil.
Rute dan Akses Menuju Puncak Becici Bantul dari Kota Yogyakarta
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, akses menuju Puncak Becici Bantul tergolong mudah. Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan bisa ditempuh sekitar 45 menit hingga satu jam menggunakan kendaraan pribadi, tergantung kondisi lalu lintas. Jalurnya searah dengan beberapa destinasi populer di kawasan Dlingo, seperti Hutan Pinus Mangunan dan Kebun Buah Mangunan.
Umumnya, pengunjung mengambil rute melalui Jalan Imogiri Timur, lalu mengikuti petunjuk arah menuju kawasan wisata Dlingo. Penunjuk arah ke Puncak Becici sudah cukup jelas di beberapa persimpangan, sehingga kecil kemungkinan tersesat. Jalanan mulai menanjak ketika memasuki area perbukitan, namun kondisi aspal cukup baik untuk dilalui motor maupun mobil.
Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, pilihan menggunakan ojek online atau sewa motor dari kota juga cukup populer. Beberapa agen perjalanan di Yogyakarta bahkan menawarkan paket wisata satu hari yang menggabungkan kunjungan ke Puncak Becici Bantul dengan beberapa objek wisata lain di sekitarnya. Ini menjadi opsi menarik bagi wisatawan luar daerah yang ingin menikmati banyak lokasi dalam waktu terbatas.
Spot Foto dan Gardu Pandang Ikonik di Puncak Becici Bantul
Daya tarik utama Puncak Becici Bantul selain hutan pinusnya adalah deretan gardu pandang dan spot foto yang dirancang menghadap langsung ke lembah dan perbukitan. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati panorama luas yang terbentang hingga ke arah Kota Yogyakarta di kejauhan, terutama ketika cuaca cerah.
Beberapa gardu pandang dibuat dari kayu dengan desain sederhana namun kokoh. Ada yang berbentuk panggung memanjang, ada juga yang menyerupai balkon kecil di tepi jurang dengan pagar pengaman. Pengunjung dapat berfoto dengan latar hamparan hijau dan langit biru, atau menunggu momen ketika langit mulai berwarna jingga menjelang matahari terbenam.
Selain itu, terdapat pula spot foto kreatif seperti ayunan di antara pohon pinus, instalasi kayu berbentuk hati, hingga jembatan kecil yang dibangun sedikit menjorok ke arah lereng. Spot spot ini menjadi favorit para pengunjung muda yang ingin mengabadikan momen di media sosial. Meski demikian, antrian foto biasanya tetap tertib karena pengelola kerap mengingatkan pengunjung untuk bergantian dan tidak berlama lama di satu titik.
“Keindahan Puncak Becici Bantul bukan hanya soal pemandangan yang instagramable, tetapi juga soal bagaimana tempat ini memberi ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan mengamati diri sendiri di tengah sunyi.”
Menikmati Senja dan Cahaya Kota dari Ketinggian Puncak Becici Bantul
Salah satu waktu terbaik untuk datang ke Puncak Becici Bantul adalah menjelang sore hari. Ketika matahari mulai condong ke barat, suasana hutan pinus berubah menjadi lebih hangat dan romantis. Sinar matahari yang memantul di antara batang pinus menciptakan gradasi warna keemasan yang sulit diabaikan.
Dari area puncak, pengunjung dapat menyaksikan matahari perlahan turun di balik perbukitan. Pada hari hari cerah, garis cakrawala terlihat jelas, dan warna langit berubah dari biru menjadi jingga, kemudian merah lembut. Momen ini sering dimanfaatkan pengunjung untuk duduk diam di tepi gardu pandang atau di atas tikar yang mereka bawa sendiri.
Ketika hari mulai gelap, lampu lampu kota di kejauhan mulai menyala, menambah kesan magis pada pemandangan. Dari ketinggian Puncak Becici Bantul, kerlip cahaya kota tampak seperti gugusan bintang yang turun mendekat ke bumi. Bagi sebagian orang, suasana ini menghadirkan perasaan syahdu, seolah sedang menonton pertunjukan alam yang sederhana namun berkesan.
Fasilitas Pendukung Wisata di Kawasan Puncak Becici Bantul
Sebagai destinasi wisata yang ramai dikunjungi, Puncak Becici Bantul telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Area parkir cukup luas untuk menampung kendaraan roda dua maupun roda empat. Penataan parkir juga tergolong rapi, dengan petugas yang membantu mengarahkan posisi kendaraan agar tidak mengganggu jalur keluar masuk.
Di sekitar pintu masuk, terdapat deretan warung sederhana yang menjual makanan dan minuman. Mulai dari gorengan hangat, mi instan, kopi, teh, hingga minuman kemasan, semua tersedia dengan harga yang relatif terjangkau. Bagi pengunjung yang datang menjelang sore, menikmati segelas kopi panas sambil duduk di bangku kayu bisa menjadi pelengkap suasana.
Fasilitas lain yang cukup penting adalah mushola dan toilet umum. Keduanya disediakan di beberapa titik, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir ketika ingin beribadah atau sekadar ke kamar kecil. Kondisi fasilitas ini cukup layak, meski pada waktu ramai seperti akhir pekan, antrean kadang tidak terhindarkan.
Beberapa area juga dilengkapi penerangan, terutama di jalur utama dan sekitar area parkir. Hal ini membuat pengunjung merasa lebih aman ketika pulang selepas matahari terbenam. Meski demikian, disarankan untuk tetap membawa senter kecil atau memanfaatkan lampu ponsel saat menyusuri area yang lebih gelap di dalam hutan.
Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Puncak Becici Bantul
Puncak Becici Bantul bukan hanya soal berjalan di antara pohon pinus dan berfoto. Ada beragam aktivitas yang bisa dilakukan, baik oleh pengunjung individu, pasangan, maupun rombongan keluarga dan komunitas. Salah satu kegiatan populer adalah piknik santai di bawah rindangnya pepohonan. Pengunjung biasanya membawa alas duduk, camilan, dan menghabiskan waktu dengan mengobrol atau membaca buku.
Beberapa titik di kawasan ini juga sering dimanfaatkan untuk kegiatan outbound atau gathering komunitas. Ruang terbuka yang luas dan suasana yang relatif sejuk membuat berbagai permainan kelompok mudah dilakukan. Tentu saja, izin kepada pengelola biasanya diperlukan untuk kegiatan dalam skala besar.
Bagi pecinta fotografi, Puncak Becici Bantul adalah ladang eksplorasi visual. Permainan cahaya dan bayangan di antara pohon pinus, tekstur batang pohon, hingga siluet orang yang berjalan di sore hari menjadi objek menarik untuk diabadikan. Banyak fotografer yang datang khusus untuk memotret momen golden hour di lokasi ini.
Sementara itu, bagi mereka yang ingin sekadar menenangkan pikiran, berjalan pelan menyusuri jalur setapak sambil menghirup udara segar sudah cukup menjadi terapi. Suara dedaunan yang bergesekan, kicauan burung, dan sesekali suara angin kencang yang menggoyang kanopi pinus menghadirkan sensasi alami yang jarang ditemui di ruang urban.
Tips Berkunjung Nyaman ke Puncak Becici Bantul Saat Sore Hari
Agar kunjungan ke Puncak Becici Bantul terasa lebih nyaman, ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Pertama, soal waktu kedatangan. Jika ingin menikmati suasana sore hingga senja, disarankan tiba sekitar pukul tiga atau empat sore. Waktu ini cukup ideal untuk berkeliling, mencari spot terbaik, dan tidak terburu buru ketika menunggu matahari terbenam.
Kedua, soal pakaian. Udara di kawasan perbukitan Dlingo cenderung lebih sejuk, terutama menjelang malam. Menggunakan jaket tipis atau sweater akan membantu menjaga tubuh tetap hangat. Alas kaki yang nyaman juga penting, karena pengunjung akan banyak berjalan di jalur tanah dan tangga.
Ketiga, persiapan perlengkapan pribadi. Membawa air minum sendiri, tisu, dan mungkin tikar lipat akan sangat membantu jika ingin duduk santai di bawah pohon pinus. Meski ada warung, membawa bekal tambahan tidak ada salahnya, terutama jika datang bersama keluarga.
Keempat, etika selama berada di kawasan wisata. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas atau coret coret pohon, serta menghormati pengunjung lain dengan tidak memutar musik terlalu keras merupakan bentuk tanggung jawab bersama. Kawasan seperti Puncak Becici Bantul hanya bisa terus indah jika pengunjung ikut menjaga.
“Tempat wisata alam baru akan terasa istimewa ketika pengunjung datang bukan hanya untuk mengambil gambar, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan dengan menjaga kebersihan dan ketertiban.”
Dengan persiapan sederhana dan sikap yang menghargai alam, kunjungan ke Puncak Becici Bantul pada sore hari akan menjadi pengalaman yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menenangkan. Hutan pinus, udara segar, dan senja yang perlahan turun menjadi kombinasi yang sulit ditolak bagi siapa pun yang merindukan jeda sejenak dari rutinitas harian.


Comment