Toilet umum di China sejak lama jadi bahan obrolan para pelancong dunia. Bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga karena cara pengelolaan, teknologi, dan kebijakan pemerintah yang sering kali terasa asing bagi turis asing. Dari pintu yang otomatis terbuka, kamera pemindai wajah, hingga aturan tisu yang diawasi mesin, pengalaman singgah ke toilet bisa berubah menjadi cerita tak terlupakan ketika berkunjung ke Negeri Tirai Bambu.
Revolusi Toilet Umum di China yang Mengubah Wajah Kota
Perubahan besar pada toilet umum di China bukan terjadi begitu saja. Pemerintah pusat meluncurkan apa yang dikenal sebagai Toilet Revolution, sebuah program nasional untuk memperbaiki kualitas dan jumlah fasilitas sanitasi di kota hingga desa. Program ini dimulai sekitar satu dekade lalu, dipicu oleh kritik wisatawan dan laporan media internasional tentang buruknya kondisi toilet di beberapa destinasi wisata populer.
Di banyak kota besar seperti Beijing, Shanghai, Shenzhen, dan Guangzhou, toilet umum kini dirancang modern, terang, dan lebih ramah pengguna. Lantai keramik yang mudah dibersihkan menggantikan lantai semen lama, ventilasi diperbaiki, dan aroma tak sedap dikurangi dengan sistem sirkulasi udara yang lebih baik. Pemerintah daerah bahkan memasang papan pengumuman yang menjelaskan standar kebersihan dan jadwal pembersihan, lengkap dengan nomor kontak pengaduan.
Perubahan ini membuat wisatawan yang pernah berkunjung ke China sebelum dan sesudah program tersebut sering kali merasa terkejut. Mereka yang dulu menghindari toilet umum di china kini justru penasaran ingin melihat sejauh apa transformasi yang terjadi. Di beberapa titik wisata, toilet bahkan menjadi bagian dari citra kota, dipromosikan sebagai bukti kemajuan fasilitas publik.
Teknologi Canggih di Toilet Umum di China yang Bikin Melongo
Kemajuan teknologi di China tidak hanya terlihat pada pembayaran digital dan kamera pengawas di jalanan, tetapi juga merasuk ke toilet umum di china. Di sejumlah lokasi wisata terkenal, pengelola memasang sistem pintar untuk mengatur penggunaan tisu, memantau kebersihan, hingga menghitung jumlah pengunjung.
Pemindai Wajah di Toilet Umum di China untuk Dapat Tisu
Salah satu inovasi yang paling banyak diperbincangkan turis adalah mesin pemindai wajah di toilet umum di china yang digunakan untuk mengeluarkan tisu toilet. Cara kerjanya sederhana namun terasa tidak biasa bagi banyak orang. Pengguna berdiri di depan mesin, wajah dipindai, lalu mesin akan mengeluarkan tisu dalam jumlah terbatas, misalnya sekitar 60 sentimeter. Jika orang yang sama mencoba mengambil lagi dalam waktu singkat, mesin akan menolak dan meminta untuk menunggu beberapa menit.
Tujuannya adalah mencegah pemborosan dan pencurian tisu, masalah yang sempat marak di beberapa fasilitas umum. Namun bagi turis asing, pengalaman ini sering memunculkan rasa canggung. Ada yang merasa aneh harus memindai wajah hanya untuk mendapatkan tisu, ada pula yang menganggapnya sebagai bagian unik dari perjalanan mereka di China.
“Di satu sisi, teknologi ini terasa berlebihan. Tapi di sisi lain, inilah cara China mengontrol hal paling kecil sekalipun dengan sistem digital.”
Selain pemindai wajah, beberapa toilet juga dilengkapi layar yang menampilkan informasi ketersediaan bilik, waktu pembersihan terakhir, hingga suhu dan kelembapan ruangan. Di bandara dan stasiun kereta cepat, sistem ini terhubung dengan pusat pemantauan sehingga petugas kebersihan bisa segera diarahkan ke lokasi yang membutuhkan perhatian ekstra.
Aplikasi dan Peta Toilet Umum di China di Genggaman Tangan
Di era ponsel pintar, pemerintah kota dan pengembang aplikasi swasta di China memanfaatkan teknologi lokasinya untuk membantu warga dan turis menemukan toilet umum di china dengan cepat. Beberapa aplikasi peta lokal menyediakan informasi letak toilet terdekat, tipe kloset yang tersedia jongkok atau duduk, serta apakah fasilitas tersebut memiliki akses bagi penyandang disabilitas.
Di beberapa kota wisata, kode QR ditempel di pintu toilet. Pengguna bisa memindainya untuk memberikan penilaian kebersihan, melaporkan kerusakan, atau sekadar melihat informasi jam sibuk. Sistem penilaian ini digunakan pemerintah untuk menilai kinerja pengelola fasilitas, bahkan kadang memengaruhi anggaran perawatan di tahun berikutnya.
Antara Kloset Jongkok dan Duduk di Toilet Umum di China
Bagi banyak turis, kejutan pertama saat memasuki toilet umum di China adalah menemukan kloset jongkok, bukan kloset duduk yang umum di hotel internasional. Meski perlahan mulai bergeser, kloset jongkok masih banyak ditemui di stasiun, pasar tradisional, dan lokasi wisata lama.
Secara budaya, masyarakat setempat sudah terbiasa dengan posisi jongkok, yang dianggap lebih higienis karena tubuh tidak bersentuhan langsung dengan permukaan kloset. Beberapa penelitian juga menyebut posisi jongkok baik untuk membantu proses buang air besar, meski hal ini tetap menjadi perdebatan di kalangan medis.
Namun untuk turis yang tidak terbiasa, terutama lansia atau mereka yang memiliki masalah lutut, penggunaan kloset jongkok di toilet umum di china bisa menjadi tantangan. Tidak jarang wisatawan memilih menahan diri hingga menemukan toilet dengan kloset duduk, biasanya di pusat perbelanjaan besar atau hotel.
Di kota besar, pemerintah mulai mendorong pemasangan kloset duduk di lebih banyak fasilitas umum, khususnya di area yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Beberapa toilet menyediakan kombinasi dua jenis kloset dalam satu area, lengkap dengan tanda jelas di pintu agar pengguna bisa memilih sesuai kenyamanan.
Standar Kebersihan Toilet Umum di China yang Terus Diangkat
Kebersihan menjadi salah satu fokus utama dalam pembenahan toilet umum di china. Di masa lalu, keluhan utama wisatawan adalah lantai becek, bau menyengat, dan minimnya ventilasi. Kini, banyak kota menerapkan standar kebersihan yang ketat, termasuk jadwal pembersihan berkala dan inspeksi rutin.
Petugas kebersihan biasanya berjaga di dekat toilet di lokasi wisata dan stasiun besar. Mereka memantau kondisi lantai, tempat sampah, dan persediaan tisu. Di dinding, sering terlihat poster imbauan untuk menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, dan tidak meninggalkan jejak air di lantai.
Namun, standar kebersihan masih bisa berbeda antara kota besar dan daerah yang lebih kecil. Di pusat kota modern, toilet umum di China bisa bersaing dengan fasilitas di negara maju lainnya. Sementara di beberapa wilayah pedesaan, masih ditemukan toilet dengan fasilitas sederhana, meski program peningkatan sanitasi terus digencarkan.
“Yang menarik, toilet menjadi cermin ketimpangan pembangunan. Di satu sisi sangat futuristik, di sisi lain masih ada yang sangat sederhana, bahkan tanpa pintu yang layak.”
Etika dan Kebiasaan Pengguna Toilet Umum di China
Selain infrastruktur, perilaku pengguna juga menentukan pengalaman di toilet umum di china. Bagi turis, beberapa kebiasaan lokal bisa terasa mengejutkan, terutama jika belum pernah berkunjung ke Asia Timur sebelumnya.
Di beberapa tempat, masih ditemukan kebiasaan membuang tisu ke tempat sampah, bukan ke dalam kloset. Hal ini terkait dengan sistem pembuangan lama yang tidak dirancang untuk menangani tisu dalam jumlah besar. Meski di kota besar sistem pembuangan sudah lebih modern, kebiasaan tersebut masih bertahan di sebagian masyarakat.
Kebiasaan lain yang kadang membuat turis terkejut adalah suara berdeham atau meludah di wastafel, meski kini praktik tersebut mulai berkurang karena kampanye etika publik dari pemerintah. Poster imbauan sopan santun di toilet umum di China kini tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga perilaku, seperti tidak merokok, tidak meludah sembarangan, dan tidak berbicara terlalu keras.
Bagi wisatawan, memahami kebiasaan lokal ini membantu mengurangi rasa kaget dan ketidaknyamanan. Banyak pemandu wisata kini memasukkan penjelasan singkat tentang etika penggunaan toilet umum di awal perjalanan, terutama untuk rombongan dari negara yang memiliki standar dan kebiasaan berbeda.
Toilet Umum di China sebagai Fasilitas Wisata yang Diunggulkan
Fenomena menarik lainnya adalah bagaimana beberapa daerah menjadikan toilet umum di china sebagai bagian dari daya tarik wisata. Di kota tertentu, pemerintah membangun toilet dengan desain unik, seperti bentuk rumah tradisional, kapal, atau bangunan futuristik dengan dinding kaca dan pencahayaan warna warni.
Di kawasan pegunungan dan taman nasional, toilet dirancang menyatu dengan alam, menggunakan material kayu dan batu, dengan jendela besar menghadap pemandangan. Tentu saja bagian biliknya tetap tertutup rapat demi privasi, tetapi area cuci tangan dan lorong sering kali terasa seperti bagian dari spot foto wisata.
Media lokal kerap memberitakan pembukaan toilet baru yang dianggap istimewa, baik karena desainnya maupun karena teknologi yang digunakan. Hal ini menjadi bagian dari strategi kota untuk menunjukkan keseriusan mereka dalam meningkatkan layanan publik, sekaligus menarik simpati wisatawan.
Tantangan dan Kritik terhadap Sistem Toilet Umum di China
Meski banyak kemajuan, toilet umum di china tidak lepas dari kritik dan tantangan. Sebagian kalangan menilai penggunaan teknologi canggih seperti pemindai wajah terlalu berlebihan untuk fasilitas dasar seperti toilet. Kekhawatiran soal privasi muncul, terutama dari wisatawan asing yang belum terbiasa dengan sistem pemantauan ketat.
Selain itu, kesenjangan kualitas antara kota besar dan daerah masih cukup terasa. Di beberapa desa, toilet umum masih berupa bangunan sederhana dengan lubang di tanah, tanpa air mengalir yang memadai. Program Toilet Revolution memang menargetkan perbaikan di pedesaan, tetapi implementasinya tidak selalu merata dan cepat.
Ada pula tantangan soal biaya perawatan. Toilet berteknologi tinggi membutuhkan anggaran lebih besar untuk perbaikan dan penggantian suku cadang. Jika anggaran daerah terbatas, fasilitas bisa cepat rusak dan tidak lagi berfungsi optimal, membuat pengalaman pengguna menurun.
Di sisi lain, perubahan perilaku masyarakat juga membutuhkan waktu. Kampanye etika publik di toilet umum di China harus berjalan beriringan dengan peningkatan fasilitas fisik. Tanpa dukungan perilaku pengguna, toilet modern pun bisa cepat kotor dan rusak.
Pengalaman Turis yang Tak Terlupakan di Toilet Umum di China
Bagi banyak pelancong, pengalaman menggunakan toilet umum di china sering berakhir menjadi cerita lucu atau mengejutkan saat mereka kembali ke negara asal. Ada yang bercerita tentang betapa bersih dan modernnya toilet di bandara dan stasiun kereta cepat, lengkap dengan musik lembut dan pengharum ruangan otomatis.
Ada pula yang mengisahkan kepanikan kecil saat pertama kali dihadapkan dengan kloset jongkok tanpa petunjuk, atau kebingungan menghadapi mesin tisu yang meminta mereka berdiri di titik tertentu supaya wajah bisa terdeteksi. Beberapa turis bahkan mengaku sengaja memotret interior toilet unik yang mereka temui, lalu mengunggahnya ke media sosial sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan.
Cerita cerita ini menunjukkan bahwa toilet umum di China bukan lagi sekadar fasilitas fungsional, tetapi juga bagian dari pengalaman budaya. Cara sebuah negara mengelola ruang paling privat di ruang publik dapat memberi gambaran tentang prioritas kebijakan, tingkat teknologi, dan kebiasaan warganya.
Di tengah semua kejutan dan keunikan tersebut, satu hal yang jelas, toilet umum di china telah bergerak jauh dari citra lama yang kumuh dan dihindari. Kini, bagi banyak turis, memasuki toilet di kota kota besar China justru menjadi momen yang memadukan rasa penasaran, kagum, dan sedikit kaget, persis seperti judul yang sering muncul di cerita perjalanan mereka.


Comment