Lifestyle
Home / Lifestyle / 6 Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Saat Buka Puasa

6 Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Saat Buka Puasa

makanan yang sebaiknya kamu hindari
makanan yang sebaiknya kamu hindari

Momen buka puasa selalu identik dengan hidangan menggoda, dari gorengan panas sampai minuman warna warni yang super manis. Di balik kelezatan itu, ada sejumlah makanan yang sebaiknya kamu hindari jika ingin tubuh tetap bugar sepanjang Ramadhan. Memilih makanan yang sebaiknya kamu hindari bukan soal menahan diri semata, tetapi soal memahami bagaimana tubuh bekerja setelah seharian kosong dan rentan terhadap lonjakan gula, lemak, dan garam.

Mengapa Ada Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Saat Buka Puasa

Setelah belasan jam tidak makan dan minum, tubuh berada dalam kondisi yang sensitif. Lambung kosong, kadar gula darah menurun, dan cairan tubuh berkurang. Pada saat inilah makanan yang sebaiknya kamu hindari justru sering muncul di meja makan, karena praktis, murah, atau sudah jadi kebiasaan keluarga.

Kondisi perut kosong membuat sistem pencernaan perlu “pemanasan” sebelum menerima makanan berat. Ketika langsung dihantam makanan tinggi lemak, gula, atau pedas berlebihan, tubuh dipaksa bekerja ekstra keras dalam waktu singkat. Akibatnya bisa berupa perut kembung, asam lambung naik, rasa lemas setelah makan, hingga kantuk berat yang mengganggu ibadah malam.

“Buka puasa seharusnya jadi momen memulihkan tubuh, bukan ajang balas dendam pada semua jenis makanan yang menggoda.”

Memahami kategori makanan yang sebaiknya kamu hindari adalah langkah awal untuk membuat pilihan lebih bijak. Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi mengurangi porsi, frekuensi, dan cara menyajikannya agar tubuh tidak “kaget”.

Niat Puasa dan Jadwal Imsakiyah Jakarta 19-22 Februari 2026

Gorengan, Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Walau Menggoda

Tidak bisa dipungkiri, gorengan adalah primadona saat buka puasa. Tahu isi, bakwan, risol, pastel, semua tampak sempurna sebagai teman teh hangat. Namun gorengan termasuk makanan yang sebaiknya kamu hindari di awal buka puasa karena kandungan minyak dan lemaknya yang tinggi.

Mengapa Gorengan Termasuk Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari

Gorengan umumnya digoreng berulang kali dengan minyak yang sama. Minyak yang dipakai berulang akan mengalami proses oksidasi dan membentuk senyawa berbahaya bagi tubuh. Selain itu, tepung yang menyerap minyak menjadikan gorengan sangat tinggi kalori dalam satu porsi kecil.

Ketika dikonsumsi saat perut kosong, lemak dari gorengan memperlambat pengosongan lambung. Kamu mungkin merasa cepat kenyang, tetapi sebenarnya tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi penting. Bagi yang punya riwayat maag atau asam lambung, gorengan bisa memicu rasa perih, panas di dada, hingga mual.

Konsumsi gorengan berlebihan saat buka puasa juga berkontribusi pada kenaikan berat badan. Pola yang sering terjadi adalah: seharian menahan lapar, lalu “balas dendam” dengan beberapa potong gorengan sebelum makan utama. Dalam hitungan menit, kalori yang masuk bisa setara satu porsi makan besar, tanpa kandungan gizi yang memadai.

Jika sangat sulit melepaskan diri dari gorengan, cara paling aman adalah membatasi jumlahnya, tidak menjadikannya menu pertama yang masuk ke perut, dan memilih olahan yang digoreng dengan minyak baru serta tidak terlalu gosong.

7 ciri kepribadian bangun subuh yang bikin hidup auto sukses

Minuman Manis Berwarna, Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Dalam Gelas

Es sirup merah, es buah dengan susu kental manis, minuman kemasan berwarna cerah, semua tampak menyegarkan setelah seharian haus. Namun minuman tinggi gula dan pewarna ini termasuk makanan yang sebaiknya kamu hindari dalam bentuk cair, terutama saat baru azan Magrib.

Lonjakan Gula Darah dari Minuman yang Sebaiknya Kamu Hindari

Minuman manis dengan gula tambahan, sirup, dan pemanis buatan menyebabkan lonjakan gula darah yang sangat cepat. Tubuh merespons dengan mengeluarkan insulin dalam jumlah besar. Kenaikan dan penurunan drastis gula darah ini bisa membuatmu merasa lemas, mengantuk, dan cepat lapar lagi meski sudah minum banyak.

Bagi penderita diabetes atau yang berisiko, minuman seperti ini sangat berbahaya. Gula cair lebih cepat diserap tubuh dibanding karbohidrat padat, sehingga efeknya pada gula darah lebih ekstrem. Selain itu, minuman manis nyaris tidak memberikan rasa kenyang, sehingga kalori terus bertambah tanpa disadari.

Banyak minuman berbuka juga mengandung pewarna dan perasa buatan. Dalam jangka panjang, konsumsi berlebihan bisa memberatkan kerja hati dan ginjal. Belum lagi tambahan susu kental manis yang sebenarnya lebih banyak gula daripada susu, menjadikan satu gelas minuman setara dengan beberapa sendok makan gula.

Pilihan yang lebih bijak adalah air putih, air hangat, atau air kelapa muda tanpa gula tambahan. Jika ingin manis, buah utuh atau kurma dalam jumlah wajar jauh lebih menyehatkan dibanding sirup pekat dan minuman kemasan.

3 Zodiak Paling Sabar dan Tenang, Nomor 2 Bikin Kaget!

Makanan Pedas Berlebihan, Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari di Perut Kosong

Bagi sebagian orang, makan tanpa sambal terasa kurang lengkap. Namun saat buka puasa, makanan pedas berlebihan termasuk makanan yang sebaiknya kamu hindari terlebih dahulu. Lambung yang kosong sepanjang hari menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan pedas dan asam.

Risiko Makanan Pedas yang Sebaiknya Kamu Hindari Saat Buka

Cabai mengandung capsaicin yang memberi sensasi pedas dan panas. Dalam jumlah tertentu, capsaicin punya manfaat, tetapi pada perut kosong dan sensitif, zat ini bisa mengiritasi dinding lambung. Akibatnya, muncul rasa perih, mulas, atau bahkan diare beberapa jam setelah makan.

Untuk yang punya riwayat gastritis atau GERD, makanan pedas saat buka puasa bisa memperparah gejala. Rasa panas di dada, sendawa asam, dan mual sering muncul setelah menyantap hidangan bersambal banyak atau berkuah pedas. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa mengacaukan ibadah malam.

“Ramadhan bukan hanya latihan menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan menahan diri dari kebiasaan makan yang menyakiti tubuh sendiri.”

Bukan berarti tidak boleh pedas sama sekali, tetapi sebaiknya tidak menjadikan makanan super pedas sebagai hidangan pertama. Kurangi porsi sambal, pilih tingkat kepedasan ringan, dan kombinasikan dengan makanan berkuah bening atau sayuran agar lambung tidak terlalu terbebani.

Makanan Tinggi Garam, Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Jika Tak Ingin Haus

Ikan asin, keripik asin, makanan cepat saji, dan lauk kering berbumbu pekat tampak praktis sebagai menu buka dan sahur. Namun makanan tinggi garam termasuk makanan yang sebaiknya kamu hindari dalam jumlah besar saat Ramadhan, karena bisa memperparah rasa haus dan mengganggu keseimbangan cairan tubuh.

Mengapa Makanan Asin Termasuk Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari

Garam berlebihan membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi ini bisa memicu pembengkakan ringan, membuat tubuh terasa berat, dan meningkatkan tekanan darah bagi yang sensitif terhadap natrium. Selain itu, setelah makan asin, rasa haus cenderung meningkat.

Di bulan puasa, rasa haus berlebihan sangat tidak nyaman karena tidak bisa langsung minum kapan saja. Jika saat buka dan sahur terlalu banyak makan makanan asin, keesokan harinya tenggorokan akan terasa kering lebih cepat, bibir pecah pecah, dan konsentrasi menurun.

Makanan olahan seperti sosis, nugget, kornet, mie instan, dan camilan gurih kemasan juga mengandung garam tinggi. Jika semua dikonsumsi dalam satu hari, total asupan natrium bisa jauh melampaui batas yang dianjurkan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan jantung.

Solusinya, batasi lauk asin dan pilih cara memasak yang lebih segar seperti kukus, rebus, atau tumis ringan. Gunakan bumbu rempah alami untuk memberi rasa, bukan hanya mengandalkan garam dan penyedap.

Kue Manis dan Dessert Berat, Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari di Awal Buka

Kue lapis, bolu, brownies, puding manis dengan saus gula, hingga aneka dessert kekinian sering menghiasi meja buka puasa. Meski tampak “ringan” karena ukurannya kecil, kue manis ini termasuk makanan yang sebaiknya kamu hindari sebagai menu pertama setelah seharian berpuasa.

Gula dan Lemak Tersembunyi dalam Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari

Banyak kue dan dessert mengandung kombinasi tepung putih, gula, margarin atau mentega, dan susu kental manis. Kombinasi ini membuat kalorinya padat, namun efek kenyangnya singkat. Kamu mungkin merasa puas sesaat, tetapi beberapa jam kemudian tubuh kembali terasa lemas dan lapar.

Tepung putih dan gula halus cepat diubah menjadi glukosa dalam darah. Sama seperti minuman manis, ini memicu lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis. Bagi yang sedang menjaga berat badan, kebiasaan “sedikit saja” setiap hari bisa berujung pada kenaikan signifikan setelah Ramadhan berakhir.

Selain itu, dessert berat sering kali dikonsumsi bersamaan dengan minuman manis dan makanan utama. Kombinasi ini membuat total kalori harian membengkak. Padahal, kebutuhan energi selama puasa tidak meningkat secara drastis, karena aktivitas fisik cenderung berkurang.

Lebih bijak jika kue manis dijadikan pelengkap setelah makan utama, bukan pembuka. Batasi porsinya, pilih yang menggunakan buah asli, dan kurangi topping manis berlebihan seperti saus karamel atau krim kocok.

Makanan Cepat Saji, Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Meski Praktis

Kesibukan kerja atau aktivitas lain sering membuat orang memilih makanan cepat saji sebagai menu berbuka. Ayam goreng tepung, burger, kentang goreng, dan pizza tampak sebagai solusi mudah. Namun jenis ini termasuk makanan yang sebaiknya kamu hindari untuk dikonsumsi rutin selama Ramadhan.

Kombinasi Berbahaya dalam Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Ini

Makanan cepat saji umumnya tinggi lemak jenuh, garam, dan kalori, tetapi rendah serat. Ketika dikonsumsi setelah seharian tidak makan, tubuh langsung menerima beban besar untuk mencerna lemak dan natrium. Akibatnya, kamu bisa merasa sangat kenyang tetapi tetap lemas dan mengantuk.

Kentang goreng dan ayam tepung yang digoreng dalam minyak banyak menyumbang lemak trans dan kalori ekstra. Saus pendamping seperti mayones dan saus keju menambah lagi kandungan lemak. Sementara minuman pendamping di restoran cepat saji biasanya berupa minuman bersoda manis yang memperburuk kondisi gula darah.

Kebiasaan berbuka dengan makanan cepat saji juga bisa menggeser pola makan keluarga. Sayur dan buah semakin jarang muncul di meja, digantikan makanan olahan serba instan. Dalam jangka panjang, ini meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, dan gangguan metabolik lainnya.

Jika sekali waktu terpaksa memilih makanan cepat saji, imbangi dengan sayur segar, kurangi porsi gorengan, dan pilih air putih sebagai minuman. Namun sebisa mungkin, jadikan ini pilihan terakhir, bukan kebiasaan harian selama Ramadhan.

Dengan memahami berbagai kategori makanan yang sebaiknya kamu hindari saat buka puasa, kamu bisa menyusun menu yang lebih ramah bagi tubuh. Buka puasa tidak harus mewah atau berlebihan, yang terpenting adalah cukup, seimbang, dan tidak menyiksa lambung yang sudah bekerja keras menahan diri seharian.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *